Mahasiswa, Mengabdi untuk Bangsa dan Mendidik Anak TKI di Negeri Jiran

Volunteerism Teaching Indonesian Children Ipmawan Mahasiswa UGM

Kegiatan ini bernama VTIC Cycle 4 yang digagas oleh sebuah yayasan bernama Volunteerism Teaching Indonesian Children (VTIC) Foundation. Tagline dari VTIC Foundation adalah “Mendidik dan Mencerahkan Anak Bangsa”. Tujuan dari kegiatan ini adalah mendidik anak Indonesia yang berada di daerah perkebunan kelapa sawit di Serawak, Malaysia.

VTIC Foundation merupakan sebuah yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, sosial dan kemanusiaan dengan fokus utama pada anak-anak dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Sarawak, Malaysia. Pada 22 Mei – 26 Mei 2012, terdapat dua mahasiswa Universitas Negeri Jakarta yaitu Asep Rudi Casmana dan Ervina Maulida berserta satu mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta yaitu Ineu Rahmawati yang melakukan kunjungan ke Serawak, Malaysia atas undangan dari teman mereka yang menjadi guru sekolah non-formal. Mereka menjadi saksi akan buruknya kesejahteraan pendidikan anak-anak Indonesia disana. Setelah pulang ke Indonesia, mereka tergerak untuk membentuk Volunteerism Teaching Indonesian Children (VTIC). Inilah tongak sejarah berdirinya VTIC. Maka, mari gandengkan tangan, satukan langkah dan bergerak bersama untuk pendidikan Indonesia. Karena Indonesia bukan sekadar lokasi, tapi di Indonesia di hati.

Kegiatan VTIC Cycle 4 kali ini berlangsung pada 1 Agustus – 25 Agustus 2015 lalu. Bersama dengan 40 mahasiswa/i dari 27  universitas di Indonesia, kami diterjunkan ke sekolah-sekolah non formal Indonesia di Serawak, Malaysia. Kami ditugaskan untuk mengajar dan mendidik anak-anak TKI. Ada sekitar 14 sekolah non formal Indonesia dengan sekitar 700 anak yang mengenyam pendidikan dari sekitar 20.000 anak Indonesia yang ada di Serawak.

VTIC Cycle 4 kali ini mempunyai tema, yaitu “Aku Anak Indonesia”. Esensi dari tema tersebut adalah untuk menanamkan nilai-nilai ke-Indonesia-an terhadap anak-anak TKI yang ada disana, karena sebagian besar dari mereka belum pernah ke Indonesia sehingga mereka tidak mengenal secara luas tentang Indonesia.

Dari sekitar 40 mahasiswa, kami dibagi menjadi 12 kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari 2 – 6 mahasiswa/i. Selama 21 hari kami mengajar dan mendidik serta mengenalkan tentang Indonesia. Selain itu, kami juga memotivasi dan memberi semangat kepada anak-anak Indonesia yang ada disana untuk terus menggapai mimpi dan cita-citanya. Namun, mayoritas anak-anak Indoensia disana hanya menempuh pendidikan sampai tingkat Sekolah Dasar (SD) saja, karena masing jarang pendidikan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) disana, bahkan pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) disana tidak ada sama sekali.

Ketika kami hadir disana, kami terkesan akan semangat belajar mereka yang cukup tinggi, walaupun keterbatasan fasilitas di sekolah tersebut. Mereka juga sangat antusias untuk belajar, bahkan mereka sampai di sekolah pukul 05.30 waktu Malaysia, walaupun pelajaran baru dimulai sekitar pukul 08.00. Untuk menunggu waktu belajar dimulai, biasanya mereka bermain dengan teman-temannya di luar kelas, kemudian sarapan pagi di samping kelas.

Selain pendidikan formal, kami juga mengajarkan lagu-lagu, yel-yel dan permainan yang dilengkapi dengan alat peraga. Tujuannya adalah agar pembelajaran yang kami lakukan efektif dan anak-anak memahami apa yang kami sampaikan.

Di rombongan kami bukan hanya terdapat mahasiswa saja, tetapi terdapat dokter, psikolog dan dosen pendidikan. Disana tugas dokter adalah melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada orangtua anak-anak, serta memerika kondisi kesehatan anak-anak dan orangtua. Kemudian psikolog bertugas memberikan penyuluhan psikologis anak kepada orangtua. Dan dosen pendidikan bertugas untuk memberikan pelatihan kepada guru-guru sekolah non formal Indonesia di Serawak, Malaysia.

Oleh Ipmawan Hari Sanjaya
Klik disini untuk melihat profil penulis

One thought on “Mahasiswa, Mengabdi untuk Bangsa dan Mendidik Anak TKI di Negeri Jiran

  • Selamat malam, perkenalkan saya Pitri izin bertanya. Bagaimana cara bergabung untuk menjadi relawan IVH? Kapan kah open recruitment?
    Ditunggu infonya terima kasih 😃😃

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan unggah foto